Kulihat kesejukan dari dirimu
Decak kagum terlantun dari bibir kecil
Pandangan pertama kesan terindah
Dirimu seolah cermin diri tuk melangkah
Awalnya hanyalah bagai dinding pembatas
Terpisah dan memisahkan diri dengan keinginan
Ketakutan dan keengganan bermain di hati
Bagai bencana jika kan bertemu
Tapi
Semua terlenyapkan oleh waktu
Sudut memutar berbeda 180 derajat
Ketakutan keengganan meleleh
Berubah keberanian dan semangat
Mengubah diri hingga mengerti
Merasa dan memahami itulah dirimu
Sangat jelas dan pantas kukatakan
Kaulah idolaku
Cintaku tak seindah pelangi
Hatiku tak secerah mentari
Kehidupanku layaknya hal yang membosankan
Tak ada perubahan pada setiap detik kenangannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar